Dr.
Lila Setiyani di UPN Yogyakarta: Industri Butuh Apa yang
Bisa Dilakukan Lulusan, Bukan Cuma Teori
YOGYAKARTA – Fakultas
Teknik Industri (FTI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN)
"Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Outcome-Based
Education Learning and Teaching System (OBE-LT) dan Penulisan Buku
Referensi ber-ISBN selama dua hari, yakni pada tanggal 25–26 Juni 2026. Acara
dipandu oleh Slamet Mulyadi sebagai Master of Ceremony dan dibuka secara resmi
oleh Dekan Fakultas Teknik Industri Dr. Awang
Hendrianto Pratomo, S.T., M.T.
Workshop kali ini mengusung tema "Membangun Pembelajaran Berbasis
Capaian untuk Menghasilkan Lulusan Unggul dan Siap Industri," kegiatan
ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pendidikan tinggi agar lebih adaptif
terhadap perkembangan zaman. Melalui kurikulum outcome based education (OBE)
yang dilakukan melalui pendekatan dalam perancangan dan pelaksanaan kurikulum
pendidikan tinggi yang berfokus pada capaian pembelajaran learning (CPL).
sehingga tidak hanya materi saja yang diaplikasikan di dalam kelas, namun
mempersiapkan juga bagaimana lulusan yang telah dibekali kemampuan untuk
menghadapi dunia kerja.
Pada
hari pertama, Kamis (25 Juni 2026), workshop ini menghadirkan narasumber utama,
Dr. Lila Setiyani, S.T., M.Kom., M.Sc., yang merupakan seorang Academic
Leader & Digital Learning Innovator sekaligus Dekan Fakultas Teknologi
Informasi dan Komputer (FTIK) Horizon University Indonesia. Serta aktif
mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Active Learning, Project
Based Learning, dan Design Thinking untuk menghasilkan lulusan yang adaptif,
inovatif, dan sesuai kebutuhan industri.
Dalam
pemaparannya yang bertajuk "Designing Active Learning for Outcome-Based
Education," Dr. Lila menekankan pentingnya bergeser dari metode
pengajaran tradisional (Lecturer-Centered) menuju pendekatan modern yang
berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning). Merancang
pembelajaran aktif yang bermakna, terukur dan berdampak bagi lulusan untuk
menghadapi dunia kerja.
Menurut Dr. Lila, dunia pendidikan saat ini
menghadapi tantangan besar akibat disrupsi digital, revolusi AI, dan era
Industry 5.0. Oleh karena itu, perguruan tinggi tidak lagi bisa sekadar
berfokus pada "apa yang diajarkan dosen", melainkan harus fokus pada
"apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa" di akhir proses
pembelajaran. Perubahan metode mengajar tradisional ini sangat penting untuk
membantu mahasiswa siap menghadapi masa depan mereka.
Mengapa transisi ini menjadi begitu krusial?
Sebab, jika perguruan tinggi masih bertahan pada metode konvensional yang hanya
berorientasi pada materi, hal tersebut akan memicu beberapa dampak kemungkinan
terburuk bagi mahasiswa di kelas. Dampak tersebut di antaranya: mahasiswa menjadi
tidak aktif karena tidak terlibat dalam diskusi dan pembelajaran dikelas,
kehilangan makna dan tujuan dari materi yang dipelajari, merasa materi terlalu
banyak teori dan minimnya praktik, materi tidak relevan dengan kehidupan nyata
dan kebutuhan industri, hingga tidak mampu melihat manfaat nyata dari apa yang
mereka pelajari untuk masa depan mereka.
"Industri
saat ini tidak hanya membutuhkan apa yang diketahui oleh lulusan (what you
know), melainkan apa yang bisa mereka lakukan dengan pengetahuan tersebut (what
you can do with what you know)," ungkap Dr. Lila.
Strategi Pembelajaran Aktif di Kelas OBE
Lebih
lanjut, Dr. Lila memaparkan beberapa poin penting mengenai implementasi
strategi Active Learning (pembelajaran aktif) untuk mendukung kurikulum
berbasis OBE, di antaranya:
- Pentingnya Keterlibatan (Engagement): Mengubah peran mahasiswa dari penerima informasi pasif
menjadi partisipan aktif melalui metode interaktif seperti Think-Pair-Share.
Serta mendorong mahasiswa untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi dengan
teman, dan berbagi ide di kelas.
- Problem-Based Learning (PBL)
& Project-Based Learning (PjBL):
bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan
pemecahan masalah melalui ekplorasi masalah nyata. Selain itu, metode
tersebut juga mendorong mahasiswa belajar melalui pemecahan masalah
autentik dan proyek nyata demi menghasilkan produk digital atau solusi
inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Pengembangan Kompetensi Abad
21: Menyelaraskan aktivitas kelas
untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, literasi
data, serta literasi AI.
Sesi
hari pertama ini ditutup dengan aktivitas interaktif menggunakan Active
Learning Mapping Canvas, di mana para dosen FTI UPN "Veteran"
Yogyakarta diajak langsung merancang modul pembelajaran (Student Learning
Module) yang menyelaraskan antara Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK),
aktivitas aktif, dan penilaian yang autentik.
Workshop
OBE-LT ini akan dilanjutkan pada hari kedua (26 Juni 2026) dilanjutkan oleh Dr.
Lila Setiyani, S.T., M.Kom., M.Sc. (OBE Portofolio Development &
Showcase Workshop) dan Dr. Ir. Abdul Kadir, M.T., M.M. (Penulisan Buku
Referensi ber-ISBN)
