Hari
Kedua Workshop FTI UPN “Veteran” Yogyakarta: Dari Penyusunan Portofolio OBE
hingga Kiat Menulis Buku Referensi Ber-ISBN di Era AI
YOGYAKARTA – Rangkaian Workshop Outcome-Based Education Learning
and Teaching System (OBE-LT) dan Penulisan Buku Referensi ber-ISBN yang
diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Pembangunan
Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta memasuki hari kedua pada Jumat
(26/6/2026). Setelah pada hari pertama berfokus pada fondasi kurikulum dan active
learning mapping, hari kedua ini menghadirkan langkah aksi nyata melalui
visualisasi capaian pembelajaran serta strategi produktif menulis buku di era
kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Sesi 1: Unjuk Inovasi Melalui OBE
Portfolio Development & Showcase
Sesi pertama diawali dengan
kelanjutan materi dari narasumber utama, Dr. Lila Setiyani, S.T., M.Kom.,
M.Sc., yang mengusung tema "OBE Portfolio Development & Showcase
Workshop". Dalam sesi ini, Dekan FTIK Horizon University Indonesia
tersebut mengajak para dosen FTI UPN "Veteran" Yogyakarta untuk
mentransformasikan rancangan pembelajaran menjadi sebuah portofolio mengajar
yang akuntabel dan berbasis bukti (evidence-based).
Dr. Lila menekankan bahwa portofolio
OBE yang baik harus mampu menceritakan kisah pembelajaran secara utuh, mulai
dari penyelarasan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK/CLO), aktivitas kelas,
hingga asesmen autentik.
"OBE bukan hanya dokumentasi, tapi
proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pencapaian
mahasiswa. Dengan menerapkan Project-Based Learning secara konsisten pada topik
konfigurasi jaringan dengan authentic assessment dan refleksi rutin untuk
meningkatkan keterampilan dan kolaborasi mahasiswa. " ujar
Dr. Lila di hadapan para peserta.
Suasana workshop menjadi interaktif
saat memasuki sesi Showcase dan Review, di mana para dosen saling
mempresentasikan draf portofolio mereka dan memberikan umpan balik konstruktif
satu sama lain guna mewujudkan perbaikan kualitas berkelanjutan (Continuous
Quality Improvement).
Sesi 2: Menembus Batas Menulis Buku
Referensi Ber-ISBN Bersama Pakar
Memasuki sesi kedua, fokus workshop
beralih pada produktivitas akademik dosen melalui penulisan buku. Sesi ini
menghadirkan narasumber legendaris yang juga penulis sangat aktif di penerbit
nasional (Elex Media Komputindo dan Andi Offset), Dr. Ir. Abdul Kadir, M.T.,
M.M. Beliau membawakan materi bertajuk "Yuk, Menulis Buku Ajar! Kiat
dan Tantangan, Termasuk Pemanfaatan AI Gratis". Before memulai
materi, pembicara sempat melemparkan pertanyaan kepada bapak dan ibu dosen
mengenai siapa yang ingin menerbitkan buku hasil karya sendiri dan siapa yang
sudah memilikinya. Tanpa diduga, banyak sekali dosen yang antusias untuk
menulis dan menerbitkan buku, bahkan beberapa di antaranya sudah ada yang
berhasil menerbitkan buku hasil karya mereka sendiri.
Sebelum memulai paparannya, Dr.
Abdul Kadir memotivasi para dosen untuk mengatasi hambatan psikologis di awal
menulis. Beliau menegaskan bahwa menulis buku bukanlah sekadar bakat, melainkan
sebuah keterampilan yang tumbuh karena pembiasaan. Beliau kemudian membagikan
pengalamannya saat pertama kali menulis buku bersama seorang teman. Namun,
karena temannya tersebut kemudian memilih untuk menulis sendiri, Dr. Abdul
Kadir akhirnya memutuskan untuk mulai menulis dan menerbitkan bukunya sendiri
secara mandiri.
Kala itu, beliau masih menggunakan
mesin ketik konvensional untuk menyelesaikan setiap karyanya. Kondisi tersebut
tentu sangat berbeda dengan era digital sekarang, di mana tersedia berbagai
sarana yang memudahkan penulis untuk berkarya secara cepat dan efisien. Di
tengah gempuran informasi digital seperti saat ini, beliau menegaskan bahwa
kehadiran buku referensi atau buku ajar yang terstruktur tetap tidak akan
tergantikan.
Menariknya, Dr. Abdul Kadir juga
mengupas tuntas relevansi penulisan buku dengan memanfaatkan teknologi AI.
Menurutnya, alat bantu seperti ChatGPT, DeepSeek, atau Gemini jangan dilihat
sebagai ancaman, melainkan sebagai asisten yang memudahkan pembentukan
informasi dan penyusunan draf awal melalui teknik prompting yang cerdas,
bahkan hingga mampu menyelesaikan draf dalam waktu satu jam. Namun, beliau
mengingatkan bahwa AI tidak memiliki penalaran berbasis kesadaran,
kebijaksanaan, dan pengalaman hidup manusia. Oleh karena itu, intuisi serta
kreativitas dosen tetap menjadi ruh utama dari setiap buku yang dihasilkan.
Komitmen Bersama untuk Kemajuan
Akademik
Rangkaian workshop selama dua hari
ini resmi ditutup dengan optimisme tinggi. Melalui integrasi pemahaman
kurikulum OBE-LT yang adaptif pada industri dan peningkatan kompetensi
penulisan buku referensi, pimpinan beserta seluruh civitas akademika FTI UPN
"Veteran" Yogyakarta optimis dapat terus meningkatkan mutu lulusan,
menjaga integritas akademik, serta melahirkan karya-karya ilmiah yang berdampak
luas bagi masyarakat dan bangsa.
